FOKUS

Tips Agar Mobil Tetap Fit Meski Lama Tak Dipakai karena di Rumah Aja

JAKARTA (tandaseru) – Wabah COVID-19 yang melanda Indonesia mengharuskan masyarakat melakukan semua aktivitasnya di rumah dan tidak bepergian, sehingga mobil tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

“Ada beberapa risiko yang harus diwaspadai saat memarkirkan kendaraan dalam jangka waktu lama, seperti ban kempis atau kemasukan binatang liar. Ada beberapa langkah pencegahan supaya kejadian tersebut tidak terjadi” jelas Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000, Rabu (06/5).

  1. Lokasi Parkir Memiliki Atap

Paling aman tentu parkir di dalam garasi yang sudah memiliki atap. Dengan begitu, mobil dapat terhindar dari paparan panas matahari secara langsung yang bisa membuat cat mobil memudar. Ketiadaan atap juga membuat mobil terkena hujan. Lambat laun akan timbul water spot (jamur kaca/jamur bodi) akibat noda bekas air hujan yang mengering karena tidak dibersihkan dan menyebabkan mobil tidak sedap dipandang.

Lelehan air hujan juga bisa menyelinap di sela-sela bodi mobil seperti dudukan pelat nomor, gril, hendel pintu dan tutup tangki bensin, dan celah antara pintu dan bodi mobil. Selain kotor, air yang masuk lewat celah pintu bisa meninggalkan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan.

  1. Cuci Mobil Luar Dalam

Meski ditinggal di dalam rumah, mobil tetap bisa kotor oleh debu atau air hujan. Oleh sebab itu, mobil sebaiknya dicuci minimal seminggu sekali. Tidak hanya luar, bagian dalam juga harus dibersihkan.

Manfaatkan vacuum cleaner untuk membersihkan debu, terutama bagian kolong kabin. Keluarkan karpet dan cuci hingga bersih. Kita bisa melapisi cat mobil dengan wax untuk menjaga kondisi cat dan melindungi dari risiko kerusakan akibat terpaan sinar matahari, air hujan, dan baret.

  1. Waspada binatang liar

Mobil yang didiamkan dalam jangka waktu lama menjadi lembab, dan itu menjadi lokasi yang pas untuk tempat tinggal binatang liar di sekitar rumah seperti tikus, kecoa, dan semut. Binatang pengerat seperti tikus sanggup menggigit kabel dan merusak sistem kelistrikan, sementara kecoa dan semut mengakibatkan kabin kotor dan rusak karena mampu menyelinap masuk ke dalam dan berkembang biak di sana.

Upaya pencegahan yang paling mudah adalah dengan meletakkan bahan pengusir binatang tersebut di luar mobil. Anda bisa memesannya secara online atau membelinya di pet shop dekat rumah.

  1. Keluarkan barang pribadi dari kabin

Sembari mencuci mobil, lakukan inspeksi ke dalam kabin mobil. Keluarkan makanan dan minuman yang tertinggal karena akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang binatang liar datang. Keluarkan pula barang pribadi seperti kartu E-Toll, kacamata, pemantik api, dan barang berharga lainnya untuk menghindari dari risiko tidak terduga seperti kemalingan atau kebakaran.

  1. Tekanan ban sesuai standar

Tekanan angin ban mobil yang berdiam di rumah akan berkurang lebih cepat ketimbang ban yang dipakai setiap hari. Makanya, mesti rajin mengecek dan mengisinya sesuai standar yang ditetapkan, sebagai contoh untuk kendaraan Toyota Calya, dengan ukuran ban dan pelek standar 175/65R14, standar tekanan bannya ialah 36 Psi untuk ban depan dan belakang. Supaya tidak repot, Anda bisa memanfaatkan pengisi angin ban portabel yang banyak dijual secara online.

  1. Hindari penggunaan rem parkir

Ada kasus dimana kampas rem menempel kuat ke bagian dalam teromol dan sulit lepas karena mobil diparkir terlalu lama. Oleh sebab itu, lepaskan rem parkir atau rem tangan dan ganjal ban dengan balok kayu. Kalau mau lebih aman, bisa menggunakan wheel chock yang diperuntukkan sebagai pengganjal ban mobil. Sangat bermanfaat jika ternyata lokasi parkir mobil miring.

  1. Isi tangki bensin full

Bahan bakar di dalam mobil yang ditinggal dalam jangka waktu lama tidak bisa dibiarkan kosong karena akan mengakibatkan terjadinya oksidasi dan membuat karat timbul di dalam tangki bensin. Sebaiknya isi penuh bahan bakar untuk mengurangi risiko karat.

  1. Jangan melepas kabel baterai

Mobil tetap butuh pasokan listrik meski tidak dipakai dalam jangka waktu lama, seperti untuk mengaktifkan alarm, sehingga tidak perlu melepas kabel ke terminal aki. Selain itu, mesin mobil tetap harus dipanaskan setidaknya seminggu sekali selama sekitar 15 menit untuk mengisi arus aki supaya tidak tekor dan memberikan kesempatan pada oli mesin untuk bersirkulasi.

Silakan bawa mobil keliling lingkungan rumah agar ban berputar dan menghindarinya dari kerusakan akibat ban hanya bertumpu di satu titik dalam jangka waktu lama. Atau setidaknya maju-mundurkan mobil di garasi untuk memindahkan titik tumpu ban.

  1. Waspada kebocoran

Lakukan pemeriksaan secara berkala ke seluruh bagian mobil, seperti ruang mesin, kabin, hingga bagian kolong untuk memastikan tidak ada kebocoran. Periksa pula apakah ada lelehan oli mesin atau tabung penyimpan cairan mobil yang berkurang drastis sebagai tanda awal kerusakan.

Manfaatkan Home Service

Bagi sebagian orang, bukan perkara mudah menjalankan tips di atas. Oleh karena itu, Auto2000 sebagai dealer Toyota terbesar di Indonesia memberikan solusinya dengan menyediakan layanan THS – Auto2000 Home Service untuk melakukan servis berkala dan perbaikan ringan kurang dari 2 jam. Seluruh tahapan itu akan dilaksanakan oleh tim THS sebagai bagian dari fasilitas servis berkala.

Bagi yang tinggal di wilayah yang sedang menerapkan PSBB, saat ini Auto2000 memiliki armada THS – Auto2000 Home Service sebanyak 78 unit dengan perlengkapan komplit dan modern setara workshop bengkel resmi untuk melakukan servis berkala dan perbaikan di rumah.

Detailnya, 60 unit armada THS berada di wilayah Jabodetabek, 6 unit di wilayah Bandung, 3 unit di wilayah Padang, sementara di wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo terdapat 9 unit armada.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait