Tjahjo Imbau Waspada Penipuan CPNS

Tandaseru – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo membantah telah menerbitkan surat tentang pembagian surat keputusan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 31 Oktober 2019. 

Sebelumnya, ramai surat menggunakan kop Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Surat yang terbit pada tanggal 28 Oktober 2019 dengan nomor B 887/M.SM 10/2019 itu memuat hasil rapat tanggal 27-28 Oktober 2019 di KemenpanRB. 

Tjahjo mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang beredar. Ia meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan melakukan konfirmasi kebenaran berita atau informasi kepada Kementerian PANRB.

Surat itu terlihat diteken Tjahjo dengan tanda tangan miliknya di bagian kanan bawah surat. Tjahjo menegaskan tanda tangan tersebut merupakan hasil pindaian.

“Surat palsu beredar. Kami tidak pernah membuat surat seperti itu,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulis, Selasa (5/11). 

Dalam surat tersebut, dituliskan rapat di Kemenpan RB telah menyepakati empat poin. Pertama, jadwal pembagian surat keputusan (SK) diagendakan tanggal 31 Oktober 2019. Kedua, pernyataan resmi bahwa program CPNS legal dan bukan penipuan. 

“Bahwa seluruh peserta CPNS ini punya NIP dan SK, maka diimbau untuk seluruh peserta tidak mendaftar formasi CPNS kembali, hanya pembagian SK yang tertunda sampai di akhir bulan Oktober ini selesai dan administrasi tidak bisa dikembalikan,” tulis surat tersebut.

Kemudian, surat tersebut menyatakan kalau informasi sudah ditembuskan kepada gubernur, walikota dan bupati daerah. Sementara, Surat tersebut ditembuskan pada koordinator dan sub koordinator serta peserta CPNS. 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait