FOKUS

Transaksi Ekonomi Digital di Asia Tenggara Capai US$100 Miliar, Indonesia 40 Persen

JAKARTA (tandaseru) – Asia Tenggara saat ini merupakan salah satu kawasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi digital terbesar dan tercepat di dunia. Bahkan, transaksi ekonomi digital di kawasan ini diprediksi mencapai US$100 miliar.

Namun, kondisi ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) ataupun inovator di Tanah Air. Padahal, Asia Tenggara cukup banyak dilihat para investor dan diprediksi akan menjadi The Next China atau The Next India.

“Ini merupakan momentum yang harus kita manfaatkan. Jangan sampai kita hanya menjadi pangsa pasar saja dalam pertumbuhan ekonomi yang sangat besar ini,” ujar Direktur Digital Business PT Telkom, Muhammad Fajrin Rasyid, saat memberikan materi dalam program bootcamp terakhir untuk 30 Inovator Digital UMKM 2020, Sabtu (24/10).

Fajrin menjelaskan, dari angka US$100 miliar tadi, Indonesia berada di angka US$40 miliar.  Hampir separuh dari ekonomi digital di Asia Tenggara.

Pada 2025 nanti, angka ini diprediksi tumbuh menjadi US$124 miliar. “Artinya akan ada pertumbuhan lima kali lipat dalam waktu lima tahun saja,” sebutnya.

Dia mengingatkan para peserta bootcamp agar tidak kehilangan momentum dari pertumbuhan ekonomi digital.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id