FOKUS

Trending Jasad ABK Indonesia di Kapal China Dibuang ke Laut, Begini Kejadiannya

JAKARTA (tadaseru) – Viralnya video terkait pelanggaran hak asasi manusia terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal Tiongkok menduduki trending topic di lini masa Twitter, Kamis (7/6).

Kabar tersebut bahkan trending lebih dulu di Korea Selatan sebelum di Tanah Air. Salah seorang YouTuber Korea Selatan, Jang Hansol pun mengunggah sebuah video pemberitaan oleh media MBC mengenai pengakuan ABK asal Indonesia yang diperlakukan secara tak manusiawi.

Video yang diunggah Hansol kini telah dilihat lebih dari 3 juta kali dan menjadi trending pertama di Youtube. Pemerintah Indonesia pun telah mengonfirmasi kebenaran berita tersebut.

Melalui Kementerian Luar Negeri, dilaporkan bahwa ada dua kapal ikan berbendera RRT, yakni Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korea Selatan.

Diketahui kedua kapal tersebut membawa 46 awak ABK WNI dan 15 di antaranya berasal dari Kapal Long Xin 629.

Pemerintah menyampaikan bahwa peristiwa mengenai kematian ABK WNI yang berada di dalam kapal tersebut berlangsung pada Desember 2019 dan Maret 2020 lalu.

Baik di kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik.

Menurut kapten kapal bahwa keputusan untuk melarung atau membuang jenazah ke laut dikarenakan kematian yang disebabkan penyakit menular, dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

“KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini. Dalam penjelasannya, Kemlu RRT menerangkan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktek kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya,” ungkap Kemlu RI dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/6).

Prosedur pelarungan jenazah (burial at sea) diatur dalam ILO Seafarer’s Service Regulation. Di mana kapten kapal dapat memutuskan untuk melarung jenazah dalam kondisi, antara lain jenazah meninggal karena penyakit menular.

Atau kapal tidak memiliki fasilitas untuk menyimpan jenazah, sehingga dapat berdampak pada kesehatan di atas kapal.

Trending pertama kali di Korea Selatan

Terungkapnya adanya pelanggaran hak asasi manusia di Kapal Tiongkok diberitakan pertama kali oleh Media Korea Selatan, yakni MBC News.

MBC News melaporkan adanya sejumlah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) yang diperlakukan seperti budak, bahkan ketika penyelidikan hendak dilakukan, kapal tersebut sudah kembali melanjutkan perjalanan.

Dalam video yang ditunjukkan MBC, terlihat ada seorang ABK yang meninggal di kapal tersebut yang kemudian jasadnya dilarungkan ke laut. Menurut informasi dari salah seorang saksi, ada 4 ABK yang telah meninggal dunia selama perjalanan kapal tersebut.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait