FOKUS

Tuding Novel Baswedan Merekayasa Kasus Penyiraman Air Keras, Politisi PDIP Dilaporkan ke Polisi

Tandaseru – Tudingan penyidik senior KPK, Novel Baswedan merekayasa penyiraman air keras yang dilontarkan politisi PDIP, Dewi Tanjung berujung terhadap laporan balik yang dibuat oleh tetangga Novel bernama Yasri Yudha (42) bersama tim Advokasi Novel Baswedan.

Laporan itu teregister bernomor LP/7408/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimum bertanggal 17 November 2019 atas pasal 220 KUHP terkait dugaan pengaduan palsu. Yasri mengaku harus membuat laporan inu agar tidak ada penggiringan opini soal rekayasa insiden tersebut.

“Kenapa saya harus melaporkan? Karena pada saat itu saya orang pertama yang membawa korban dan saya mengetahui persis bagaimana wajahnya (luka) ketika itu,” ucap Yasri di Polda Metro Jaya, Minggu (17/11).

Usai penyiraman, Yasri dan warga sempat menyiramkan air beberapa kali ke wajah Novel sebagai pertolongan pertama. Mereka lakukan itu di tempat wudhu masjid Al Ihsan. Saat itu, bola mata Novel benar-benar tidak terlihat, yang ada hanya warna putih di mata Novel.

Setelah itu, Novel dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk mendapatkan perawatan medis. Yasri menegaskan pelaporan ini ia lakukan karena empati terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, serta dugaan pelaporan palsu yang dilakukan Dewi Tanjung.

“Anda bayangkan, kira-kira mau tidak merekayasa (peristiwa) merusak matanya sendiri? Novel sudah cacat seumur hidup. Wajarkah bila rekayasa?” jelasnya.

Sementara itu, Staf Divisi Pembelaan HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andi Muhammad Rezaldi menyatakan, pasal penjeratan terhadap Dewi Tanjung yakni Pasal 220 KUHP.

“Barang siapa yang mengadukan bahwa diketahui hal itu bukan tindak pidana, maka dia dapat dijerat pengaduan palsu,” ujar Andi. Barang bukti laporan selain pemberitaan di media massa, ialah hasil pemeriksaan mata Novel oleh pihak Rumah Sakit Jakarta Eye Center serta pernyataan dari kepolisian ihwal peristiwa tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan karena ragu akan kebenaran insiden penyiraman air keras dan luka-luka yang didapat Novel. Banyak kejanggalan yang dia rasa sehingga dia melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta, gitu kan,” kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11).

Dewi juga mempersilakan apabila tim kuasa hukum Novel Baswedan melaporkan balik dirinya ke polisi.

“Ya enggak apa apalah. Kan itu haknya pak novel juga mau laporkan saya balik, masa saya harus bilang wow gitukan, masa saya harus kaget, saya udh tahu yakan,” ucap Dewi usai mejalani pemeriksaan terkait laporannya itu di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/11).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait