FOKUS

Uang Hasil Memeras Digunakan Oknum Petugas Medis Cabul Untuk Ibu dan Ongkos Pelarian

JAKARTA (tandaseru) – Oknum petugas medis yang melakukan penipuan, pemerasan hingga pelecehan terhadap calon penumpang saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berinsial EFY telah ditahan atas perbuatannya.

Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata uang hasil pemerasan sebesar Rp1,4 juta digunakan tersangka untuk ongkos melarikan diri ke Sumatera Utara. Selain itu, uang hasil kejahataj itu diberikan kepada ibunya.

“Korban memberikan uang secara bertahap, total Rp1,4 juta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Polres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (28/9).

Setelah mendapat keuntungan itu, tersangka EFY menggunakan uang itu untuk kehidupan sehari-hari dan melarikan diri ke Sumut. Dia juga mengirimkan sebagian uang hasil pemerasan itu ke orang tuanya.

“Dipakai untuk kirim ke ibunya dan dipakai sehari-hari ya,” ungkap Yusri.

Lebih jauh Yusri mengatakan setelah kasus itu mencuat dan viral, tersangka melarikan diri. Dia juga menonaktifkan media sosialnya untuk memuluskan proses pelarian dirinya.

“Setelah tanggal 18 itu ramai di medsos langsung dia mastikan semua akun-akun medsos yang ada termasuk hpnya dimatikan semua dan dia melarikan diri melalui darat ke Sumut,” kata Yusri.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari viralnya pengakuan wanita yang menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh diduga oknum dokter disana.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait