FOKUS

Ustaz Maaher Ditangkap Polisi Terkait Kasus Ujaran Kebencian Mengandung Unsur SARA

JAKARTA (tandaseru) – Ustaz Maaher At-Thuwalibi alias Soni Eranata ditangkap penyidik Bareskrim Polri pada Kamis (3/12) pagi terkait kasus ujaran kebencian bernada SARA melalui akun twitter @ustazdmaaher_. Dia ditangkap di kediamanya di kawasan Bogor, Jawa Barat.

“Iya ditangkap di kediamannya sekitar jam 4 tadi pagi, kemudian dibawa bersama barang bukti yang lain,” kata pengacara Maaher, Juju Purwantara saat dihubungi, Kamis (3/12).

Dalam surat yang beredar bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Ditipidsiber Maaher juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dia ditangkap atas laporan seseorang bernama Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November 2020 lalu.

“Kalo terkait langsung detailnya kita belom tau belom jelas paling tidak mungkin terkait ujaran di twitter tapi kalo detailnya belom jelas,” jelasnya.

Maaher dipersangkakan atas dugaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) melalui media sosial sebagaimana dimaksud dengan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

“Ya kalo tentang statusnya belom, tapi disitu sifatnya dilakukan pemeriksaan. Tapi kan saya juga komplen prosedur cara-cara persyaratannya itu sudah jelas melanggar KUHAP pasal 1 lah tentang prosedur penangkapan seseorang itu kan tidak serta merta bisa seperti itu karena belum pernah ditetapkan sebagai tersangka belum pernah di BAP kasusnya tentang apa juga belum jelas,” jelansya.

“Sementara kasus-kasus lain mereka tidak gitu-gitu amat kan banyak kasus yanh saya laporkan juga tidak jelas kayak abu janda itu kan tidak jelas. Kita udah lapor berkali-kali sudah ada panggilan terhadap yang bersangkutan juga tidak diindahkan,” sambungnya.

Seperti diketahui, Seorang warga bernama Husin Shahab melalui pengacaranya Muannas Alaidid juga melaporkan Ustaz Maaher At-Thuwalibi ke Bareskrim Polri atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Habib Luthfi bin Yahya.

“Pasal ini ancaman pidananya tinggi di atas lima tahun dan memungkinkan untuk dilakukan penangkapan terhadap terduga pelaku. Apalagi ini merupakan penghinaan terhadap habib yang dimuliakan, terhadap orangtua kita, guru kita, habib Lutfi bin Yahya,” kata Muannas kepada wartawan, Senin (16/11).

Laporan tersebut telah teregister dengan Nomor: LP/B/0649/XI/2020/Bareskrim tertanggal 16 November 2020. Maaher dipersangkakan dengan Pasal 27 Ayalt (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dan/atau Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2000 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com