FOKUS

Video Bos Taksi Malaysia Soal Ekspansi Gojek, Singgung Driver

Tandaseru – Rencana ekspansinya Gojek ke Malaysia di tolak beberapa perusahaan setempat.Salah satunya dari pendiri Big Blue Taxi Service, Shamsubahrin Ismail yang mengatakan karir anak muda tidak memiliki masa depan yang lebih baik.

Menurut video yang banyak beredar, Shamsubahrin menolak kehadiran Gojek di Malaysia, bahkan beberapa pernyataannya dianggap merendahkan Indonesia sebagai negara miskin.

Penolakan Gojek di Malaysia, berbanding terbalik dengan penerimaan Grab di tanah air. Grab didirikan oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling yang merupakan warga Malaysia, yang memiliki markas di Singapura.

Grab diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat Indonesia sejak 2014 lalu yang menyediakan layanan taksi online, kemudian berkembang dengan banyak layanan lainnya.

Bahkan di Indonesia, Grab mengalami pertumbuhan tebesar kedua setelah Singapura. Tingginya potensi pasar Indonesia membuat kemajuan pesat.

Driver Tuntut Permintaan Maaf

Video pernyataan Shamsubahrin Ismail yang beredar telah menyinggung perasaan driver ojol yang dianggap merendahkan profesi ojol dan Indonesia.

Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan dia dan seluruh pengemudi ojol di Indonesia sudah megirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Kedubes Malaysia.

Surat tersebut berisi permintaan klarifikasi dan permohonan maaf dari Shamsubahrin kepada bangsa Indonesia. Bila tidak ada respon, Garda siap menggelar demonstrasi yang bakal melibatkan 10 ribu pengemudi tanpa berkoordinasi dengan pihak Gojek.

“Tidak ada, ini murni dari pengemudi. Kami tidak membicarakannya dengan perusahaan Gojek dan Grab,” kata Igun.

Rencananya demostrasi itu akan digelar pada 3 September di Kedubes Malaysia di Jakarta dan Konsulat Jendral Malaysia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait