FOKUS

Wabah Virus Corona Menyebar dari Tiongkok sampai Amerika Serikat

JAKARTA (tandaseru) – Kasus virus corona kembali ditemukan di Makau pada Rabu (22/1) pagi, setelah korban mengunjungi Wuhan, Tiongkok pekan lalu.

Dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (22/1), Dokter Lei Chin-ion, Direktur Biro Kesehatan Makau, mengatakan perempuan 52 tahun itu telah memeriksakan diri ke rumah sakit, pada Selasa (21/1) kemarin dan dipastikan terinfeksi virus corona.

Lebih rinci, Lei juga mengatakan penderita tiba di Makau dari Wuhan pada 19 Januari lalu, dengan berpergian menggunakan kereta api dan bus.

Dia mengaku di Wuhan tidak bersentuhan atau bertemu dengan siapapun yang terkonfirmasi terkena virus corona.

Pemerintah Tiongkok juga telah mengumumkan 440 orang terinfeksi virus tersebut. Penyebaran virus ini diperkirakan akan terus bertambah.

Virus ini dikhawatirkan akan meluas pada Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Sabtu 25 Januari, karena ratusan juta orang di Tiongkok akan mudik ke kampung halaman untuk merayakannya.

Menyebar ke AS

Virus corona juga telah menyebar ke Amerika Serikat. Sebelumnya, seorang warga AS yang usai berkunjung ke Wuhan, Tiongkok.

Dia melaporkan dirinya ke rumah sakit untuk diperiksa. Pria itu kembali ke AS pada 15 Januari, dua hari sebelum negara adidaya itu melakukan pemeriksaan di bandara.

“Ini adalah situasi yang berkembang dan lagi, kami memprediksi ada pasien lainnya di AS dan global,” kata Nancy Messonier, pejabat senior Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Pertama kali menyebar

Virus corona pertama kali menyebar pada pasar makanan laut di Wuhan, Tiongkok. Virus ini diketahui bisa menular dari manusia ke manusia.

Saat ini virus tersebut telah dinamakan secara teknis 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV. Virus yang disebut mirip SARS ini telah menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, yang seluruhnya terjadi di Tiongkok.

Virus juga telah menyebar ke beberapa negara yaitu, Thailand (3 kasus), Taiwan (1 kasus), Korea Selatan (1 kasus), Jepang (1 kasus), dan Amerika Serikat (1 kasus).

Virus ini menjadi sorotan sebab memiliki kesamaan genetik dengan SARS yang pernah membunuh lebih dari 800 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada 2002-2003.

Hari ini Perserikatan Bangsa-bangsa bakal menggelar rapat untuk menentukan apakah virus corona bakal dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat global.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait