FOKUS

Wamenkes: Keterisian Tempat Tidur Perawatan Covid-19 di Jakarta Mulai Flat

JAKARTA (tandaseru.id) – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19  mulai flat.

Hal tersebut diungkapkan Dante dalam Keterangan Pers Bersama mengenai Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/07) malam, secara virtual.

“Ada kabar baik tentang belakangan ini bahwa BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit sudah mulai flat di Jakarta. Ini mungkin akibat penambahan dari tempat tidur yang cukup signifikan. Dan angka yang masuk ke rumah sakit mudah-mudahan kita harapkan untuk beberapa hari ke depan tidak terlalu masif lagi,” ujarnya.

Dengan adanya RS Asrama Haji serta penambahan tempat tidur di RS lainnya, terdapat total tambahan sekitar 2.000 tempat tidur di DKI Jakarta. Selain itu, Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga membangun RS lapangan di beberapa wilayah di Tanah Air.

Wamenkes mengungkapkan pemerintah terus berupaya menjamin ketersediaan obat terapi COVID-19 baik dengan mengoptimalkan suplai dari industri farmasi yang ada di dalam negeri maupun mendatangkan pasokan dari luar negeri. Terdapat tiga jenis obat yang diupayakan melalui impor agar stoknya tetap aman untuk Indonesia, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas.

“Obat bisa saya laporkan bahwa di dalam negeri relatif terkontrol pasokannya. Kami menyadari bahwa ada obat-obat impor yang memang secara global pasokannya sangat ketat dan obat-obat tersebut antara lain ada Remdesivir, Actemra, Gammaraas (IVig),” ujarnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com