FOKUS

Warga Ibukota Tolak Swab Test, Wagub DKI Jakarta Ingatkan Sanksi Denda

JAKARTA (tandaseru) – Warga Ibukota yang menolak menjalani tes swab Covid-19 dapat dikenakan sanksi berupa denda. Mereka yang menolak akan didenda maksimal Rp5 juta.

Riza menuturkan hal itu berdasar Pasal 29 Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

Dalam Pasal 29 itu disebutkan; Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction atau Tes Cepat Molekuler, dan/ atau pemeriksaan penunjang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

“Bahkan kalau ada tindakan kekerasan bisa sampai Rp7 juta,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/11).

Kendati begitu, Riza menjelaskan bahwasanya tes swab tersebut dapat dilakukan oleh pihak manapun. Misalnya, di Puskesmas, rumah sakit, atau secara swadaya mandiri oleh organisasi masyarakat.

“Yang penting lakukan swab untuk memastikan keamanan, keselamatan dirinya, lingkungan, keluarganya dan kita semua. Kita minta semua patuh dan taat,” ujarnya.

Sebelumnya, Aparat kepolisian, bersama TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (21/11) malam. Maksud kedatangannya, yakni menyarankan Rizieq agar menjalani tes swab.

Kanit Patroli Polsek Tanah Abang Kompol Margiyono menuturkan pihaknya mendatangi kediaman Rizieq sekira pukul 22.00 WIB. Namun, Rizieq tidak bisa ditemui dengan alasan sedang istirahat.

“Beliau (perwakilan keluarga Rizieq) menyampaikan bahwa kami tidak bisa bertemu langsung dengan Pak Habib,” kata Margiyono kepada wartawan, Sabtu (21/11) malam.

Margiyono menjelaskan, maksud awal kehadirannya menyambangi kediaman Rizieq yakni untuk mengkonfirmasi kabar bahwa yang bersangkutan sedang sakit. Karena patut diduga dan dikhawatirkan bahwa yang bersangkutan terjangkit Covid-19 pasca menghadiri acara yang mengundang kerumunan massa.

“Kami sarankan untuk dites swab. Tadi dari pihak itu ( perwakilan keluarga Rizieq) ada sedikit ‘oh nggak pak nggak bukan’,” kata dia.

Belakangan, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto menyebut jika Rizieq akan menjalani tes swab sendiri. Hal itu dilakukan pasca Rizieq menolak saran pihaknya untuk melakukan tes swab.

“Iya (menolak), mereka mau melaksanakan (swab) sendiri,” kata Heru di Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (22/11) kemarin.

Terpisah, Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengklaim bahwa Rizieq hingga kekinian dalam keadaan sehat. Dia juga meminta aparat kepolisian atau pemerintah tidak perlu mengistimewakan Rizieq dengan menyarankan untuk melakukan swab.

Terlebih, menurutnya FPI memiliki tim medis sendiri yakni Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Hilal Merah Indonesia (HILMI).

“Beliau sehat wal afiat bugar dan untuk swab dan lain-lain itu kami ada tim dari HILMI dan MER C. Jadi pemerintah tidak perlu repot dan mengistimewakan HRS dan FPI,” kata Azis.

Meski begitu, saat ditanya apakah Rizieq telah menjalani tes swab, Aziz enggan berbicara banyak. Dia mengklaim tidak mengetahui hal itu.

“Saya tidak tahu,” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com