FOKUS

Waspada, Ancaman Penyakit Kencing Tikus di Sekitar Anda!

JAKARTA (!) – Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui ancaman penyakit kencing tikus yang ternyata sudah merenggut nyawa beberapa orang di Indonesia, seperti apa penyakit tersebut?

Penyakit kencing tikus juga disebut Leptospirosis, penyakit ini ternyata sudah memakan korban di daerah Boyolali. Sejak Februari ada empat orang meninggal akibat penyakit tersebut.

Menurut Dinas Kesehatan di Boyolali, warga di sana belum banyak yang paham betul tentang penyakit tersebut.

Agar tahu segala fakta tentang ancaman penyakit kencing tikus ini simak ulasan berikut ini!

Asalnya, bukan hanya dari hewan pengerat saja!

Leptospirosis dapat disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terjangkit penyakit tersebut. Sedangkan hewan pembawa penyakit itu bukan hanya tikus.

Bisa juga anjing atau hewan ternak seperti sapi. Hewan-hewan itu terinfeksi penyakit tersebut akibat makanannya kotor atau bisa karena tempat hidupnya tidak rutin dibersihkan.

Jadi jika memiliki hewan peliharaan atau hewan ternak, sebaiknya selalu jaga kebersihan mereka mulai dari segi pakannya hingga kandang.

Leptospirosis masuk ke tubuh lewat beragam cara!

Bakteri penyakit kencing tikus dapat masuk ke tubuh lewat bagian-bagian tertentu, seperti dari mata, hidung, mulut serta luka pada permukaan kulit.

Kuman itu dapat masuk ke tubuh seseorang yang biasa bekerja pada lokasi yang banyak mengandung tanah atau air. Namun, tak menutup kemungkinan mereka yang tengah berkunjung ke kawasan alam seperti hutan atau berkemah bisa terjangkit penyakit tersebut.

Penyebarannya bisa dari mana saja loh!

Bagi yang mempunyai rumah di daerah banjir, harus lebih waspada pada penyebaran penyakit satu ini. Sebab, penyakit kencing tikus dapat menyebar melalui banjir.

Parahnya lagi, bakteri yang mengendap pada air dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lamanya.

Bukan itu saja, kuman dari penyakit kencing tikus pun bisa menyebar lewat gigitan hewan atau juga dengan meminum air yang terkontaminasi Leptospirosis.

Gejalanya mirip penyakit lain!

Perlu diperhatikan, Leptospirosis memiliki gejala menyerupai penyakit flu biasa. Seperti mual, sakit kepala, muntah, meriang, demam tinggi, nafsu makan hilang, mata kemerahan.

Tetapi, jika tidak segera ke dokter, gejala lain akan muncul seperti sakit pada area dada, nafas pendek, pergelangan tangan membengkak, warna kulit atau bagian putih mata menguning bahkan batuk darah.

Sebaiknya, jika sudah muncul gejala lebih lanjut, sebaiknya segera ke dokter agar penyakit tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya?

Mudah kok, caranya dengan rajin mencuci tangan usai memegang hewan yang kemungkinan besar terjangkit penyakit kencing tikus.

Sebisa mungkin, jangan langsung menyentuh bangkai hewan, sebab bisa saja hewan tersebut telah terjangkit virus.

Jika punya hewan peliharaan, jagalah kebersihan makanan serta kandangnya. Jangan lupa juga untuk memberikan vaksin hewan tersebut, agar ancaman penyakit kencing tikus tak lagi menghantui!

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait