FOKUS

WFH Sambil Ngopi? Ini Nikmatnya Kopi Sidikalang Rajanya Kopi Sumatera

JAKARTA (tandaseru) – Letak geografis dan struktur tanahnya yang subur,  menjadikan Indonesia sebagai tempat membudidayakan kopi, baik kopi Robusta maupun kopi Arabika.

Melansir dari laman Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Indonesia menjadi salah satu negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Di Indonesia sendiri, berhasil memproduksi rata-rata 700 ton setiap tahunnya atau setara 9% dari produksi kopi di dunia. Beragam jeni kopi yang ditawarkan Tanah Air pun dinobatkan sebagai kopi specialty.

Asal mula kopi Sidikalang

Bagi para penikmat kopi, nama kopi Sidikalang sudah tak asing lagi ditelinga. Siapa yang tak kenal biji-biji hitam beraroma khas saat diseduh yang tumbuh di salah satu dataran tinggi Sumatera Utara ini.

Bukan hanya terkenal di dalam negeri saja, nyatanya kopi Sidikalang juga mendapatkan tempat di hati para penikmat kopi di dunia.

Sidikalang merupakan nama ibukota di Kabupaten Dairi yang secara geografisnya berada di bagian barat laut, Provinsi Sumatera Utara.

“Disini (Kabupaten Dairi) kopi termasuk tanaman rakyat. Hampir di tiap perkarangan rumah ditanam tanaman kopi, baik kopi robusta maupun kopi arabika,” ujar Tengku Yusuf yang tinggal di Sidikalang.

Di sepanjang perjalanan menuju kota Sidikalang, Anda akan menjumpai jalanan yang berliku-liku, dengan pemandangan sawah yang menghijau, udara yang segar, serta pepohonan besar yang berjajar rapi.

Sejak dahulu kala, Sidikalang memang terkenal sebagai penghasil biji kopi robusta terbaik yang dikenal dengan kadar kafein tinggi bila dibandingkan dengan kopi arabika. Kopi robusta Sidikalang ditananam di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian pada kisaran 1.500mdpl.

Namun seiring dengan tingginya permintaan pasar luar negeri terhadap kopi arabika, mengakibatkan para petani kopi robusta mulai mengalihkan sebagian lahannya untuk menanam kopi arabika.

Berdasarkan data, luas keseluruhan perkebunan kopi robusta kabupaten Dairi berkisar 14.117Ha dengan jumlah produksi 6.6770,33 ton/tahun, dan mulai menanam jenis kopi arabika di lahan seluas 5.771,5Ha dengan jumlah produksi mencapai 2.639,05 ton/tahun.

Aroma dan tekstur yang khas

Bagi coffeelovers, tak heran jika Kopi Sidikalang kerap dijuluki sebagai rajanya kopi di Sumatera. Pasalnya, dengan kondisi tanah yang subur, kualitas biji kopi yang dihasilkan pun memiliki karakter rasa yang lebih kuat.

Kopi Sidikalang memiliki keunikan aroma tersendiri. Kopi ini memiliki ciri khas tebal, keasaman yang rendah, dan kadar kepahitan yang cukup tinggi.

Bagi Anda yang belum terbiasa mencicipi kopi dengan kadar kafein tinggi, jangan coba-coba menyeruput kopi Sidikalang terlalu banyak, karena dapat mengakibatkan jantung berdebar-debar kencang.

Untuk pengolahan kopinya sendiri dari biji sampai jadi bubuk masih dilakukan secara tradisional, dan membutuhkan tahapan yang panjang.

Mulai dari pengupasan biji menggunakan alat sederhana, kemudian dijemur lalu disangrai dengan alat yang terbuat dari drum.

Proses pembakarannya pun masih menggunakan kayu bakar, hingga warna berubah menjadi hitam dan siap digiling.

Hingga kini, Kopi Sidikalang masih memiliki tempat sendiri di hati para pecinta kopi, terutama bagi mereka yang mempunyai selera tinggi terhadap jenis kopi berkualitas.

Bagi Anda yang ingin menjajalnya, tak perlu khawatir dengan harganya. Pasalnya, Kopi Sidikalang ini masih cukup terjangkau di kantong para penikmat kopi. Jika Anda sedang berkunjung ke Sidikalang, jangan lupa mencoba kopi robusta ini ya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait