FOKUS

WHO Ragukan Korut soal Uji Corona

JENEWA (Tandaseru) – Organisasi Kesehaan Dunia (WHO) mengaku meragukan hasil tes Korea Utara (Korut) untuk seorang pria yang diduga sebagai kasus virus corona pertama di negara itu.

“Hasil tes tidak meyakinkan,” ujar Perwakilan WHO untuk Korut Edwin Salvador kepada Reuters, Rabu (5/8).

Seperti diketahui, pada 26 Juli, Korut menyatakan keadaan darurat dan mengunci kota perbatasan Kaesong setelah seseorang yang membelot ke Korea Selatan tiga tahun lalu kembali melintasi perbatasan yang dibentengi.

Media pemerintah menyebut orang itu memiliki gejala Covid-19.

Pada saat itu, media pemerintah tidak menjelaskan apakah orang itu telah diuji, dengan mengatakan hasil pasti dibuat dari beberapa pemeriksaan medis. Tetapi pemimpin Korut Kim Jong Un menyatakan virus ganas dapat dikatakan telah memasuki negara itu.

Sebanyak 64 kontak pertama dan 3.571 kontak sekunder dari kasus yang dicurigai telah diidentifikasi dan dikarantina di fasilitas pemerintah selama 40 hari, kata Salvador.

Kaesong tetap dikunci, dan dokter rumah tangga terus melakukan pengawasan di kota, kata dia. Meskipun tidak memiliki kasus yang dikonfirmasi, Korea Utara telah memberlakukan penguncian skala luas dan melakukan pelacakan kontrak, tambahnya.

Surat kabar partai yang berkuasa di Korea Utara, Rodong Sinmun, menyerukan pada Rabu kepada semua warga negara mengambil bagian dalam langkah-langkah anti-epidemi yang memperingatkan setiap pelanggaran peraturan dapat memiliki konsekuensi kritis.

Beberapa pakar luar dan pejabat AS meragukan klaim Korut yang tidak memiliki kasus virus corona, tetapi tidak ada kasus yang dikonfirmasi secara independen.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com