FOKUS

Xian H-20: Ancaman bagi Armada Amerika di Kawasan Pasifik

BEIJING (Tandaseru) –  Di tengah konflik Laut China Selatan yang kian memanas, Tiongkok kembali bersiap menggelar salah satu pesawat mutakhirnya, Bomber strategis Xian H-20.

South China Morning Post, dalam laporannya pada Selasa (5/5) menuliskan, Bomber siluman subsonik Xian H-20 akan memulai debutnya pada tahun ini. Pesawat yang mampu membawa bom nuklir ini rencananya ditampilkan ke publik saat gelaran Zhuhai Airshow November nanti.

Xian H-20 diperkirakan memiliki radius tempur maksimum 8.000 kilometer dengan muatan antara 10 sampai 23 ton, Ini karena H-20 dirancang untuk menyerang sasaran yang jauh, meliputi pangkalan AS di Jepang, Guam, Filipina, kepulauan di Hawaii hingga pesisir Australia. Departemen pertahanan Amerika Serikat bahkan memperkirakan jarak jelajah H-20 lebih dari 8.500 kilometer.

Xian H-20 rencananya akan dilengkapi dengan rudal nuklir dan konvensional dengan berat lepas landas sekitar 200 ton.

Menurut pengamat, Keberadaan Xian H-20 akan merubah peta kekuatan AS dan China, terutama dalam kaitan pangkalan dan armada AS di Pasifik dalam merespons serangan udara.

Saat ini, Hanya 3 negara yang memiliki sumber daya untuk mengembangkan pembom strategis besar yang dapat menyerang target di seluruh dunia yaitu AS, Rusia dan China.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait