FOKUS

Yusril: Perkara HTI Belum Final

Tandaseru – Pengacara HTI Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa perkara Gugatan HTI terhadap pembubaran organisasi tersebut belumlah final meskipun ditolak oleh PTUN Jakarta. Menurutnya, masih ada upaya hukum banding dan kasasi sampai putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Bisa saja nanti Pemerintah kalah di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung” kata Yusril yang tidak hadir ketika putusan perkara HTI dibacakan hari ini (7/3/2018). Pengacara HTI yang hadir adalah Gugum Ridho Putra newakili Kantor Advokat Ihza&Ihza Law Firm yang dikomandani Yusril.

Ketika putusan HTI dibacakan, Yusril diketahui sedang berada di Solo, Jawa Tengah. Ia memberikan ceramah dalam acara “Musayawarah Umat Islam untuk Konstitusi” di Sasana Pagelaran, Keraton Surakarta.

Yusril menambahkan memang sulit bagi majelis hakim untuk sepenuhnya bersikap obyektif dalam menyidangkan perkara HTI. Pemerintah tentu akan merasa sangat dipermalukan jika sekiranya keputusan membubarkan HTI dibatalkan oleh pengadilan.

Yusril mengatakan bahwa selama sidang, Pemerintah hanya menghadirkan dua saksi fakta yang tidak menerangkan apa2 tentang kesalahan HTI. Pemerintah malah mendatangkan ahli sebanyak sembilan orang, yang semuanya adalah orang2 yang terafiliasi dengan Pemerintah seperti Rektor UIN Yogya dan Prof Azyumardi Azra, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Karena HTI dibubarkan tanggal 19 Juli 2017 dan didasarkan atas Perpu No 1 Tahun 2017 yang terbit tanggal 10 Juli 2017, maka jika Pemerintah menganggap HTI mengajarkan faham yang bertentangan dengan Pancasila, maka Pemerintah harus membuktikan bahwa dalam waktu sembilan hari itu, HTI memang melanggar Pancasila.

“Bukan menggunakan bukti-bukti sebelum berlakunya Perpum” kata Yusril.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait