Seruan Habib Rizieq, Kubu Jokowi Minta Bawaslu Dalami Secara Objektif

Tandaseru – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni meminta kepada Bawaslu agar menyelidiki dugaan pelanggaran kampanye di Reuni 212.

Bawaslu diminta secara objektif meneliti, terkait seruan dan simbol yang disampaikan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Jadi sekali lagi kami menunggu. Kami dalam posisi pasif untuk menunggu bagaimana Bawaslu menjadi institusi yang netral, menjadi wasit, yang imparsial,” kata Antoni, Senin (3/12).

Menurut Toni, sapaan akrabnya, jika dicermati secara mendalam, seluruh transkip pernyataan yang terdengar dalam pidato HRS yang meminta pergantian presiden merujuk pada dukungan politik kepada calon tertentu.

Belum lagi, kata Sekjen DPP PSI ini masih ditambah dengan orasi para tokoh 212 yang terkesan ‘menggiring’ untuk memilih calon tertentu. “Kami hanya memohon kpd bawaslu mereka menjadi wasit yang fair,” ujarnya.

Terkait berapa jumlah peserta reuni 212 kemarin, Toni mengaku tidak ingin berspekulasi tentang jumlah peserta yang masing-masing pihak bisa berbeda-beda dalam menyajikan.

“Intinya reuni kemarin tidak berpengaruh terhadap suara Jokowi-Ma’ruf,” ujarnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait